Thursday, March 21, 2013

Analogi Bawang (TERNYATA MEMANG MAHAL)

Lagi-lagi harga kebutuhan pokok di Indonesia mengalami kenaikan harga. Kali ini dan yang sedang hangat-hangatnya menjadi sorotan adalah Bawang. Tak hanya bawang putih, tapi bawang merah juga mengikuti. Bahkan ada yang mengibaratkan bahwa “Bawang Putih lebih kejam daripada bawang merah”. Artinya, dongengan bawang merah-bawang putih terjadi pertukaran peran sekarang. Loh!
Telisik-ditelisik, kalo menurut penulis memang bawang tergolong mahal. Bahkan latak untuk mahal! Gak hanya mahal tapi sangat berharga, selain yang biasanya digunakan sebagai bumbu dapur. Bawang, dari kalangan apapun memang menarik minat banyak kalangan. Mulai dari koki, dokter, petani bahkan sampai ahli supranatural sering memakainya. Bahkan terlalu sering digunakan dalam setiap kehidupannya. Ingat apa yang menjadi ketakutan drakula? Ya, ternyata bawang juga yang menjadi penangkarnya.
Kenapa mahal? Selain banyak manfaatnya. Bawang juga tergolong susah didapat bahkan cenderung berharga. Setahu penulis, hanya kawasan Asia saja yang mengenal namanya bawang atau umumnya rempah-rempah. Coba lihat Afrika, Amerika, atau benua-benua lainya, sangat jarang atau tergolong langka! Beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia, yang memiliki bawang berlimpah –ruah ,walau sekarang lagi mengalami kemahalan.
Ingat bawang naik, jadi ingat “bawang” lainnya. Mungkin ini juga yang melandasi lahirnya ketikan tulisan ini. Kondisi bawang juga sekarang tergolong susah didapat dan butuh pengorbanan untuk mencarinya. Jangankan merawat dan memanfaatkannya, menemukan dan mencarinya saja sudah butuh kesabaran dan ketelatenan. Dicari, tunas bawang!
Entah kenapa bawang tahun ini dan kemarin tidak seperti bawang-bawang di tahun sebelumnya. Apalagi tahun ini, bawangnya memang tergolong cukup mahal. Anehnya, sebenarnya bawang sangat mudah untuk diambil, tapi lagi-lagi jika untuk dirawat hingga akhirnya ditunai sangat butuh pengorbanan, kesabaran dan waktu yang lama. Ditambah, petani bawang yang ada sangat sedikit jumlahnya dan memiliki dapur masing-masing yang butuh dikerjakan juga. Duh, jadi bingung!
Petani bawang lagi-lagi selalu mendapat teguran dan beban moral untuk terus mencari tunas-tunas bawang baru. Kalo tidak, tunggu saja yang akan terjadi! Akan terjadi kelangkaan bawang dan akhirnya akan habis dari peredaran pasaran. Semoga saja tidak terjadi. Karena, masyarakat masih perlu bawang untuk menjadi penyedap dan penambah rasa setiap keperluannya. Bawang juga masih dibutuhkan sebagai penangkal drakula dan makhluk-makhluk ghoib lainnya. Tak hanya itu, bawang juga masih diperlukan sebagai penawar penyakit-penyakit yang masih banyak menjangkiti masyarakat sekitarnya. Semangat buat para petani bawang!
Teguran lagi buat para petani bawang, semangatlah untuk merawat tunas-tunas bawang. Jalannya memang penuh kesabaran, ketelatenan, keluangan waktu dan menuntut untuk selalu memberi air serta pupuk segar sebagai penyubur tunas bawang agar menjadi bawang yang siap untuk dipasarkan dan berkualitas tentunya. Bukankah kesabaran akan berbuah bawang yang matang dan berharga jual tinggi! Walaupun kalian sedikit jumlahnya, bukanlah penghalang ditengah dunia pasaran yang sangat berdinamika dan terjadi perebutan tunas-tunas bawang. Jadi, segera saja untuk para petani bawang agar menggarap dan mengambil tunas-tunas bawang baru. Berhubung tunasnya masih segar, belum banyak tersentuh, belum banyak yang tahu, belum terjual dan belum diambil secara penuh oleh orang lain. Ketika sekarang barangkali tunas tersebut belum banyak kita olah dan rawat, bisa jadi karena belum ada keseriusan dan kesadaran penuh semangat membara untuk merawatnya saja. Ingat, Tuhan mengajarkan kita untuk selalu berusaha dan berdoa. Doa saja tak cukup, usaha juga perlu!
Jangan sampai petani bawang kali ini kegagalan panen lagi! Jangan sampai gagal mendapatkan tunas bawang yang baru, lebih tepatnya. Tunas bawang tersebar luas disana, tinggal siapa cepat dia dapat saja. Perawatannya juga sangat mudah, hanya tinggal meluangkan waktu sejenak hanya untuk sekedar melihat, menyirami, menebar pupuk hingga akhirnya ditunai bawang-bawang baru yang berkualitas. Walau terkadang terlihat tertinggal oleh petani yang lain, jangan khawatir! Teruslah merawat tanpa kenal henti, jangan gusar untuk selalu menyirami dan menebar pupuk. Tak ada kata terlambat, yang terpenting kita terus rutin dan serius untuk selalu memperhatikan serta merawat tunas-tunas bawang yang kita punya. Karena, bawang memang mahal harganya!
Para petani, sudahkah sekedar melihat tunas-tunas bawang hari ini?
Untuk tunas-tunas bawang, jangan lelah untuk selalu mendapat perawatan dari para petani.

Penulis
Petani bawang

0 comments:

Post a Comment

pembaca yang baik adalah pembaca yang menulis komentar, tidak berkomentar juga tetap baik :) terrrimakasih

Contact

Talk to us

Kritik dan Saran

Address:

Gang Suryo 17 Gandok Condongcatur Sleman

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

085857750025

Cari Blog Ini

Ad Banner

Ad Banner
on the move to The World Class University

Total Pageviews

Powered By Blogger

Go Agriculture Vision

Search

Translate

pagerank

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Info