Lagi-lagi harga kebutuhan pokok
di Indonesia mengalami kenaikan harga. Kali ini dan yang sedang
hangat-hangatnya menjadi sorotan adalah Bawang. Tak hanya bawang putih, tapi
bawang merah juga mengikuti. Bahkan ada yang mengibaratkan bahwa “Bawang
Putih lebih kejam daripada bawang merah”. Artinya, dongengan bawang
merah-bawang putih terjadi pertukaran peran sekarang. Loh!
Telisik-ditelisik, kalo menurut
penulis memang bawang tergolong mahal. Bahkan latak untuk mahal! Gak hanya
mahal tapi sangat berharga, selain yang biasanya digunakan sebagai bumbu dapur.
Bawang, dari kalangan apapun memang menarik minat banyak kalangan. Mulai dari
koki, dokter, petani bahkan sampai ahli supranatural sering memakainya. Bahkan
terlalu sering digunakan dalam setiap kehidupannya. Ingat apa yang menjadi ketakutan
drakula? Ya, ternyata bawang juga yang menjadi penangkarnya.
Kenapa mahal? Selain banyak
manfaatnya. Bawang juga tergolong susah didapat bahkan cenderung berharga.
Setahu penulis, hanya kawasan Asia saja yang mengenal namanya bawang atau
umumnya rempah-rempah. Coba lihat Afrika, Amerika, atau benua-benua lainya,
sangat jarang atau tergolong langka! Beruntunglah kita yang tinggal di
Indonesia, yang memiliki bawang berlimpah –ruah ,walau sekarang lagi mengalami
kemahalan.
Ingat bawang naik, jadi ingat
“bawang” lainnya. Mungkin ini juga yang melandasi lahirnya ketikan tulisan ini.
Kondisi bawang juga sekarang tergolong susah didapat dan butuh pengorbanan
untuk mencarinya. Jangankan merawat dan memanfaatkannya, menemukan dan
mencarinya saja sudah butuh kesabaran dan ketelatenan. Dicari, tunas bawang!
Entah kenapa bawang tahun ini dan
kemarin tidak seperti bawang-bawang di tahun sebelumnya. Apalagi tahun ini,
bawangnya memang tergolong cukup mahal. Anehnya, sebenarnya bawang sangat mudah
untuk diambil, tapi lagi-lagi jika untuk dirawat hingga akhirnya ditunai sangat
butuh pengorbanan, kesabaran dan waktu yang lama. Ditambah, petani bawang yang
ada sangat sedikit jumlahnya dan memiliki dapur masing-masing yang butuh
dikerjakan juga. Duh, jadi bingung!
Petani bawang lagi-lagi selalu
mendapat teguran dan beban moral untuk terus mencari tunas-tunas bawang baru.
Kalo tidak, tunggu saja yang akan terjadi! Akan terjadi kelangkaan bawang dan
akhirnya akan habis dari peredaran pasaran. Semoga saja tidak terjadi. Karena,
masyarakat masih perlu bawang untuk menjadi penyedap dan penambah rasa setiap
keperluannya. Bawang juga masih dibutuhkan sebagai penangkal drakula dan
makhluk-makhluk ghoib lainnya. Tak hanya itu, bawang juga masih diperlukan
sebagai penawar penyakit-penyakit yang masih banyak menjangkiti masyarakat
sekitarnya. Semangat buat para petani bawang!
Teguran lagi buat para petani
bawang, semangatlah untuk merawat tunas-tunas bawang. Jalannya memang penuh
kesabaran, ketelatenan, keluangan waktu dan menuntut untuk selalu memberi air
serta pupuk segar sebagai penyubur tunas bawang agar menjadi bawang yang siap
untuk dipasarkan dan berkualitas tentunya. Bukankah kesabaran akan berbuah
bawang yang matang dan berharga jual tinggi! Walaupun kalian sedikit jumlahnya,
bukanlah penghalang ditengah dunia pasaran yang sangat berdinamika dan terjadi
perebutan tunas-tunas bawang. Jadi, segera saja untuk para petani bawang agar
menggarap dan mengambil tunas-tunas bawang baru. Berhubung tunasnya masih
segar, belum banyak tersentuh, belum banyak yang tahu, belum terjual dan belum
diambil secara penuh oleh orang lain. Ketika sekarang barangkali tunas tersebut
belum banyak kita olah dan rawat, bisa jadi karena belum ada keseriusan dan
kesadaran penuh semangat membara untuk merawatnya saja. Ingat, Tuhan
mengajarkan kita untuk selalu berusaha dan berdoa. Doa saja tak cukup, usaha
juga perlu!
Jangan sampai petani bawang kali
ini kegagalan panen lagi! Jangan sampai gagal mendapatkan tunas bawang yang
baru, lebih tepatnya. Tunas bawang tersebar luas disana, tinggal siapa cepat
dia dapat saja. Perawatannya juga sangat mudah, hanya tinggal meluangkan waktu
sejenak hanya untuk sekedar melihat, menyirami, menebar pupuk hingga akhirnya
ditunai bawang-bawang baru yang berkualitas. Walau terkadang terlihat
tertinggal oleh petani yang lain, jangan khawatir! Teruslah merawat tanpa kenal
henti, jangan gusar untuk selalu menyirami dan menebar pupuk. Tak ada kata
terlambat, yang terpenting kita terus rutin dan serius untuk selalu
memperhatikan serta merawat tunas-tunas bawang yang kita punya. Karena, bawang
memang mahal harganya!
Para petani, sudahkah sekedar
melihat tunas-tunas bawang hari ini?
Untuk tunas-tunas bawang, jangan
lelah untuk selalu mendapat perawatan dari para petani.
Penulis
Petani bawang

0 comments:
Post a Comment
pembaca yang baik adalah pembaca yang menulis komentar, tidak berkomentar juga tetap baik :) terrrimakasih